Jumat, 03 September 2010

artikel tentang gabriel

Wajahnya Jadi Cover Album Idola Cilik
Selasa, 27 Mei 2008 | 09:16:35
Gabriel Steven Damanik setelah Lolos Tujuh Besar
Prestasi yang ditorehkan Gabriel Stevent Damanik di ajang pentas Idola Cilik, patut dibanggakan. Bocah yang masih duduk di kelas 5 SD itu, terus menjaga peluangnya menjadi Idola Cilik dengan lolos ke tujuh besar.
BATAM - KESIBUKAN Gabriel kini bertambah.
Setelah memastikan lolos ke tujuh besar, tak lama lagi wajahnya bisa dikoleksi oleh seluruh penggemar Gabriel. Pasalnya, Kamis (29/5) mendatang, Gabriel akan mengikuti sisi pemotretan di Jakarta untuk cover album kompilasi Idola Cilik yang akan segera beredar.


”Hari ini (kemarin, red)Gabriel dan kontestan Idola Cilik lainnya lagi jalan-jalan ke Kid Mania untuk refreshing. Setelah Ahad (25/5) lalu bersaing masuk 7 besar,” ujar ibunda Gabriel, Nita Boru Silalahi kepada Batam Pos, Senin (26/5).


Pemotretan cover album Idola Cilik ini memang tak hanya Gabriel. Tapi ada kontestan yang masuk 16 besar juga akan ambil bagian dalam sesi pemotretan tersebut. Namun, kesuksesan siswa kelas SD Theodore ini menembus 7 besar, menjadikan ia salah satu kontestan yang jadi sorotan.


Sekadar mengingatkan, Ahad lalu, Gabriel yang tampil membawakan lagu Mengejar Matahari membuat juri terkagum-kagum. Hasilnya pun luar biasa, ia menembus 7 besar dengan perolehan SMS tertinggi kedua setelah rekannya Kiki. Ia memperoleh 14,45 persen, sementara Kiki 25,70 persen.


”Saya sangat senang. Tapi saya mohon dukungan seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Provinsi Kepri agar terus mengirimkan SMS, supaya saya bisa melangkah ke babak selanjutnya,” ujar Gabriel yang diamini sang mami.


Nita yang dengan setia mendampingi Gabriel mengatakan, jika tembus ke lima besar, maka akan kembali dilakukan sesi pemotretan untuk cover kaset album kompilasi yang berikutnya. Namun, kali ini hanya lima wajah kontestan Idola Cilik yang akan menghiasi cover kaset tersebut. Untuk itulah, Nita sangat berharap dukungan seluruh lapisan masyarakat, agar Gabiel bisa tembus lima besar bahkan sampai ke final.


Nita juga mengatakan, usai tampil di babak 7 besar pekan lalu, Gabriel tidak langsung pulang ke Batam. Karena masih banyak kegiatan yang harus diikuti. Rencananya, akan kembali ke Batam setelah tapil di babak 6 besar. ”Kebetulan tanggal 9 Juni ada ujian,” kata Nita.


Hal senada juga dikatakan Yani, Manajer Gabriel. Keberhasilan Gabriel menembus 7 besar tak lepas dari dukungan seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat di Provinsi Kepri. ”Kami hanya bisa memohon pada masyarakat Batam dukungan yang lebih besar lagi buat Gabriel,” pintanya. (nur/cr)

sumber:http://kepritoday.com/content/view/8507/34/
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Selasa 15 Juli 2008 09:06
Gabriel “Idola Cilik”, Lunasi Utang & Ingin Belikan Rumah

Kiprah bocah asal Batam ini harus terhenti di tiga besar Idola Cilik di RCTI. Sebuah perjuangan yang cukup melelahkan. Maklum, Gabriel bisa berangkat ke Jakarta dari hasil uang pinjaman. Setelah sukses, Gabriel ingin memenuhi janjinya.


Gabriel Stevent Damanik lahir di Batam pada 24 Januari 1998 silam. Bakat Gabriel dalam tarik suara terlihat sejak kecil. Di usia 6 tahun Gabriel sudah berani menyanyi di depan umum.
Buat Nita Silalahi, ibunda Gabriel, kehamilan anak pertamanya ini memang agak spesial. Nita yang sebetulnya pemalu, tiba-tiba jadi ngidam menyanyi di depan umum.

Ia pun jadi menggemari Helmi Pesolima. Dengan perut yang besar Nita sering menyambangi kafe atau tempat karaoke untuk pamer kebolehan bernyanyi. Rupanya gelagat itu berarti baik karena bayi lahir, Gabriel adalah penyanyi yang berbakat besar.


Namun, langkah Gabriel ke ajang Idola Cilik hampir saja gagal, lantaran kondisi ekonomi keluarganya tak mendukung. Gabriel yang kini baru saja naik kelas 6 SD Theodoore Batam ini, sempat terpaku lama saat mengisi formulir audisi Idola Cilik lewat internet tetangganya.


Sebab, Gabriel sadar orangtuanya tak punya uang banyak untuk berangkat ke Jakarata. Gabriel hanya bisa mengadu ke Nita. Demi buah hatinya Nita memutar otak untuk mendapatkan ongkos ke Jakarta. Suaminya sendiri, John Leo Damanik, penghasilannya tak tetap, sebab John hanya calo paspor di Batam. John bisa mendapat uang lebih tatkala banyak tenaga kerja akan pergi ke luar negeri.


Nita berusaha meminjam ke saudaranya, namun sang saudara sedang tak punya uang. Dengan menyingkirkan rasa malu Nita akhirnya nekat meminjam ke tetangganya. Untunglah sang tetangga mengerti dan meminjamkan mereka ongkos ke Jakarta sebesar Rp 5 juta. Nita senang, tapi tak lama kemudian ia gelisah memikirkan bagaimana cara untuk melunasi hutang itu. Sebab, untuk biaya sehari-hari kadang sulit.


"Saya kepikiran, bagaimana cara mengembalikannya nanti. Tapi, Gabriel bilang, ‘Biar nanti aku yang mengembalikannya, Ma'. Aku sempat heran, kok, dia bisa bilang begitu. Tapi ini memang jalannya Gabriel. Terbukti ia sendiri mampu membayarnya," cerita Nita bahagia.


Dari uang pinjaman itu Nita, Gabriel, adiknya, serta tantenya berangkat ke Jakarta. Di Jakarta, Gabriel tak punya sanak saudara, kecuali seorang teman mamanya, Keluarga Pasaribu. Keluarga Pasaribu tinggal di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.

Untuk ke alamat itu, Gabriel sempat tersesat. Ia naik turun taksi sampai akhirnya naik kendaraan umum lantaran uang menipis.


Untunglah, begitu tiba di kediaman Keluarga Pasaraibu, mereka banyak dibantu. Gabriel pun diantar ke lokasi audisi Idola Cilik. "Saya bersyukur, begitu tinggal di rumah Keluarga Pasaribu, ke mana-mana saya diantarkan pakai mobil mereka. Makan dan tidur pun diperhatikan," ungkap Nita.


Tahap demi tahap proses audisi Idola Cilik dilalui Gabriel dengan relatif mulus. Tak hanya Gabriel yang selalu berusaha tampil maksimal selama proses itu, Nita sendiri berusaha mencari dukungan di Batam. Nita tak sungkan-sungkan mendatangi kantor-kantor perusahaan swasta, gereja-gereja dan Otorita Batam agar memberi dukungan buatnya.

Beruntung, kata Nita, mulai dari Gubernur Riau Kepulauan, anggota DPRD dan pejabat setempat lainnya banyak memberikan dukungan untuk Gabriel. "Saya membikin brosur sendiri dan membagikan ke masyarakat Batam agar mengiklaskan pulsanya untuk anak saya," ujar Nita.


Agar Gabriel bisa tetap bertahan di Jakarta, Nita pun kembali meminjam uang dari sanak saudaranya. Nita hanya bisa berjanji uang itu akan kembali setelah Gabriel berhasil.

NYANYI DI PUJASERA
Kini hasil telah dicapai. Gabriel hanya bertahan di posisi tiga besar. Gabriel dan orangtuanya bersyukur atas keberhasilan itu. "Ini sudah jalan Tuhun. Ketika tersisih, Gabriel tampaknya tidak kecewa, sebab selama ini dia sudah berusaha memberikan yang terbaik. Gabriel sendiri sudah punya feeling akan selesai di tahap ini. Dia tak perlu malu pulang (ke Batam)," sebut Nita.


Ya, Gabriel kini telah menjadi kebanggan daerah asalnya. Ia pernah disambut dengan acara road show di Batam. Gabriel kini sering didaulat untuk bernyanyi di seantero mal yang ada di Batam. Bahkan pejabat-pejabat Batam mengundangnya untuk datang. Dari pertemuan dengan pejabat-pejabat itu Gabriel mendapat "bonus" uang yang tidak sedikit. Pernah juga lagunya dilelang. "Saya pernah dapat Rp 19 juta lebih," ucap Gabriel senang.


Utang Rp 5 juta sebagai ongkos ke Jakarta beberapa waktu lalu pun telah dilunasi Gabriel sendiri. "Benar kata anakku, uang pinjaman Rp 5 juta itu akan dikembalikan. Sekarang dia sendiri yang mengembalikan," kata Nita haru. "Gabriel memang banyak membantu keluarga. Kalau kami sedang tidak ada uang, Gabriel sering nyanyi di pujasera di Batam. Lantas uang itu diberikan ke kami. Saya sebetulnya tak tega melihat anak itu. Dia begitu mandiri," imbuh Nita.


Sebagian uang telah ditabung Gabriel untuk biaya sekolah, termasuk untuk kursus musik. Selama ini Gabriel bisa bermain gitar dan keyboard secara otodidak.


Untuk mengembangkan kariernya di dunia tarik suara Gabriel punya niat untuk hijrah ke Jakarta suatu hari nanti. "Saya selesaikan sekolah dulu di Batam. Nanti jika tabungan sudah cukup saya akan pindah ke Jakarta," ujar Gabriel.


Sekarang ini Gabriel tinggal di sebuah rumah tipe 21 di Batam. Rumah itu dikredit Nita ketika masih lajang dan bekerja di sebuah perusahaan swasta. "Sekitar tiga tahun lagi lunas," kata Nita.

Gabriel sendiri punya niat akan membelikan rumah yang megah untuk keluarganya nanti, setelah melihat rumah mewah milik Krisdayanti di sebuah tabloid. "Saat itu saya bilang, "Bagus yah, rumahnya Krisdayanti'. Gabriel langsung bilang ‘Nanti Gabriel belikan buat Mama'. Saya terharu dengarnya. Dia selalu ingin membahagiakan keluarganya," tutur Nita.
M Nizar

Sumber:http://www.tabloidnova.com/article.php?name=%2Fgarbriel-idola-cilik-lunasi-utang--ingin-belikan-rumah&channel=selebriti
COPY PASTE DARI FB GABRIEL FC official :)

=======================================================


Kiprah bocah asal Batam ini harus terhenti di tiga besar Idola Cilik di RCTI. Sebuah perjuangan yang cukup melelahkan. Maklum, Gabriel bisa berangkat ke Jakarta dari hasil uang pinjaman. Setelah sukses, Gabriel ingin memenuhi janjinya.

Gabriel Stevent Damanik lahir di Batam pada 24 Januari 1998 silam. Bakat Gabriel dalam tarik suara terlihat sejak kecil. Di usia 6 tahun Gabriel sudah berani menyanyi di depan umum.
Buat Nita Silalahi, ibunda Gabriel, kehamilan anak pertamanya ini memang agak spesial. Nita yang sebetulnya pemalu, tiba-tiba jadi ngidam menyanyi di depan umum.

Ia pun jadi menggemari Helmi Pesolima. Dengan perut yang besar Nita sering menyambangi kafe atau tempat karaoke untuk pamer kebolehan bernyanyi. Rupanya gelagat itu berarti baik karena bayi lahir, Gabriel adalah penyanyi yang berbakat besar.

Namun, langkah Gabriel ke ajang Idola Cilik hampir saja gagal, lantaran kondisi ekonomi keluarganya tak mendukung. Gabriel yang kini baru saja naik kelas 6 SD Theodoore Batam ini, sempat terpaku lama saat mengisi formulir audisi Idola Cilik lewat internet tetangganya.

Sebab, Gabriel sadar orangtuanya tak punya uang banyak untuk berangkat ke Jakarata. Gabriel hanya bisa mengadu ke Nita. Demi buah hatinya Nita memutar otak untuk mendapatkan ongkos ke Jakarta. Suaminya sendiri, John Leo Damanik, penghasilannya tak tetap, sebab John hanya calo paspor di Batam. John bisa mendapat uang lebih tatkala banyak tenaga kerja akan pergi ke luar negeri.

Nita berusaha meminjam ke saudaranya, namun sang saudara sedang tak punya uang. Dengan menyingkirkan rasa malu Nita akhirnya nekat meminjam ke tetangganya. Untunglah sang tetangga mengerti dan meminjamkan mereka ongkos ke Jakarta sebesar Rp 5 juta. Nita senang, tapi tak lama kemudian ia gelisah memikirkan bagaimana cara untuk melunasi hutang itu. Sebab, untuk biaya sehari-hari kadang sulit.

"Saya kepikiran, bagaimana cara mengembalikannya nanti. Tapi, Gabriel bilang, ‘Biar nanti aku yang mengembalikannya, Ma'. Aku sempat heran, kok, dia bisa bilang begitu. Tapi ini memang jalannya Gabriel. Terbukti ia sendiri mampu membayarnya," cerita Nita bahagia.

Dari uang pinjaman itu Nita, Gabriel, adiknya, serta tantenya berangkat ke Jakarta. Di Jakarta, Gabriel tak punya sanak saudara, kecuali seorang teman mamanya, Keluarga Pasaribu. Keluarga Pasaribu tinggal di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.

Untuk ke alamat itu, Gabriel sempat tersesat. Ia naik turun taksi sampai akhirnya naik kendaraan umum lantaran uang menipis.

Untunglah, begitu tiba di kediaman Keluarga Pasaraibu, mereka banyak dibantu. Gabriel pun diantar ke lokasi audisi Idola Cilik. "Saya bersyukur, begitu tinggal di rumah Keluarga Pasaribu, ke mana-mana saya diantarkan pakai mobil mereka. Makan dan tidur pun diperhatikan," ungkap Nita.

Tahap demi tahap proses audisi Idola Cilik dilalui Gabriel dengan relatif mulus. Tak hanya Gabriel yang selalu berusaha tampil maksimal selama proses itu, Nita sendiri berusaha mencari dukungan di Batam. Nita tak sungkan-sungkan mendatangi kantor-kantor perusahaan swasta, gereja-gereja dan Otorita Batam agar memberi dukungan buatnya.

Beruntung, kata Nita, mulai dari Gubernur Riau Kepulauan, anggota DPRD dan pejabat setempat lainnya banyak memberikan dukungan untuk Gabriel. "Saya membikin brosur sendiri dan membagikan ke masyarakat Batam agar mengiklaskan pulsanya untuk anak saya," ujar Nita.

Agar Gabriel bisa tetap bertahan di Jakarta, Nita pun kembali meminjam uang dari sanak saudaranya. Nita hanya bisa berjanji uang itu akan kembali setelah Gabriel berhasil.

NYANYI DI PUJASERA
Kini hasil telah dicapai. Gabriel hanya bertahan di posisi tiga
besar. Gabriel dan orangtuanya bersyukur atas keberhasilan itu. "Ini sudah jalan Tuhun. Ketika tersisih, Gabriel tampaknya tidak kecewa, sebab selama ini dia sudah berusaha memberikan yang terbaik. Gabriel sendiri sudah punya feeling akan selesai di tahap ini. Dia tak perlu malu pulang (ke Batam)," sebut Nita.

Ya, Gabriel kini telah menjadi kebanggan daerah asalnya. Ia pernah disambut dengan acara road show di Batam. Gabriel kini sering didaulat untuk bernyanyi di seantero mal yang ada di Batam. Bahkan pejabat-pejabat Batam mengundangnya untuk datang. Dari pertemuan dengan pejabat-pejabat itu Gabriel mendapat "bonus" uang yang tidak sedikit. Pernah juga lagunya dilelang. "Saya pernah dapat Rp 19 juta lebih," ucap Gabriel senang.

Utang Rp 5 juta sebagai ongkos ke Jakarta beberapa waktu lalu pun telah dilunasi Gabriel sendiri. "Benar kata anakku, uang pinjaman Rp 5 juta itu akan dikembalikan. Sekarang dia sendiri yang mengembalikan," kata Nita haru. "Gabriel memang banyak membantu keluarga. Kalau kami sedang tidak ada uang, Gabriel sering nyanyi di pujasera di Batam. Lantas uang itu diberikan ke kami. Saya sebetulnya tak tega melihat anak itu. Dia begitu mandiri," imbuh Nita.

Sebagian uang telah ditabung Gabriel untuk biaya sekolah, termasuk untuk kursus musik. Selama ini Gabriel bisa bermain gitar dan keyboard secara otodidak.

Untuk mengembangkan kariernya di dunia tarik suara Gabriel punya niat untuk hijrah ke Jakarta suatu hari nanti. "Saya selesaikan sekolah dulu di Batam. Nanti jika tabungan sudah cukup saya akan pindah ke Jakarta," ujar Gabriel.

Sekarang ini Gabriel tinggal di sebuah rumah tipe 21 di Batam. Rumah itu dikredit Nita ketika masih lajang dan bekerja di sebuah perusahaan swasta. "Sekitar tiga tahun lagi lunas," kata Nita.

Gabriel sendiri punya niat akan membelikan rumah yang megah untuk keluarganya nanti, setelah melihat rumah mewah milik Krisdayanti di sebuah tabloid. "Saat itu saya bilang, "Bagus yah, rumahnya Krisdayanti'. Gabriel langsung bilang ‘Nanti Gabriel belikan buat Mama'. Saya terharu dengarnya. Dia selalu ingin membahagiakan keluarganya," tutur Nita.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

leave your comment in here!